SEKILAS INFO
  • 1 tahun yang lalu / Telah rilis website resmi dari Masjid Darussalam Bendorangkang, akses informasi dan kegiatan terkini semakin mudah.
WAKTU :

Menyegerakan Buka Puasa Sesuai Anjuran Rasulullah

Terbit 26 April 2020 | Oleh : Fikky Frediandika | Kategori : Artikel
Menyegerakan Buka Puasa Sesuai Anjuran Rasulullah

Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

بَكِّرُوْا بِالإفْطَارِ، وَأَخِّرُوْا السَّحُوْرَ

“Segerakanlah berbuka dan akhirkanlah sahur.”

Dalam hadits di atas telah jelas bahwa menyegerakan berbuka puasa adalah salah satu anjuran nabi. Walaupun berbuka hanya dengan minum air putih saja mungkin karena ingin sholat Magrib berjamaah. Sedangkan untuk makan bisa dilakukan setelah sholat Magrib.

Hal ini merupakan kebiasaan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, pada masa beliau, beliau menyegerakan berbuka puasa dengan makan kurma atau minum air putih secukupnya kemudian dilanjutkan sholat Magrib. Setelah sholat Magrib beliau melanjutkan makan untuk mengisi perut yang kosong.

Doa Saat Berbuka Puasa

Momen berbuka puasa adalah momen yang ditunggu setelah sehari melakukan puasa, menjadikan berbuka puasa menjadi momen kebahagiaan tersendiri. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjadikan momen berbuka puasa sebagai bentuk rasa syukur. Adapun doa yang dibaca Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ketika berbuka puasa adalah sebagai berikut:

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلى رِزْقِكَ أفْطَرْتُ ذَهَبَ الظَّمأُ وابْتَلَّتِ العُرُوقُ وَثَبَتَ الأجْرُ إِنْ شاءَ اللَّهُ تَعالى

Allâhumma laka shumtu wa ‘alâ rizqika afthartu dzahaba-dh-dhama’u wabtalatil ‘urûqu wa tsabatal ajru insyâ-allâh ta‘âlâ

Artinya, “Duhai Allah, untuk-Mulah aku berpuasa, atas rezekimulah aku berbuka. Telah sirna rasa dahaga, urat-urat telah basah, dan (semoga) pahala telah ditetapkan, insyaaallah.” Sumber: Muhyiddin Abi Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Adzkâr, Penerbit Darul Hadits, Kairo, Mesir

Hikmah Menyegerakan Berbuka Puasa

Mendapatkan kebahagiaan dan kenikmatan – Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah bersbada:

لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ حِينَ يُفْطِرُ وَفَرْحَةٌ حِينَ يَلْقَى رَبَّهُ

Artinya: “Bagi orang yang melaksanakan puasa ada dua kebahagiaan; kebahagiaan ketika berbuka, dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabbnya.” (Muttafaq ‘Alaihi)

Secara naluri kebahagiaan dan kenikmatan akan datang setelah sehari menahan lapar dari terbit fajar hingga terbenam matahari, kemudian disambut dengan momen berbuka puasa. Bahkan saking bahagianya, tak perduli menu dan jenis masakan apa yang terhidang, akan tetap terasa nikmat.

Tidak mengganggu kesehatan – Hikmah atau manfaat yang kedua dari menyegerakan berbuka adalah agar tidak mengganggu kesehatan. Manusia pada hakikatnya adalah makhluk yang lemah. Setiap organ-organ tubuh manusia mempunyai hak untuk mendapat gizi dan nutrisi agar fungsi tubuh dapat berjalan secara normal. Untuk itulah menyegerakan berbuka puasa menjadi sebuah anjuran, agar di bulan yang penuh berkah ini kesehatan tubuh tetap terjaga. Sehingga kita tetap bisa khusyuk dalam beribadah di bulan Ramadhan.

Bagikan :
SebelumnyaAwal Mula Jamaah Ider Li Khomsatun di Dusun Bendorangkang

Berita Lainnya

0 Komentar