SEKILAS INFO
  • 1 tahun yang lalu / Telah rilis website resmi dari Masjid Darussalam Bendorangkang, akses informasi dan kegiatan terkini semakin mudah.
WAKTU :

Awal Mula Jamaah Ider Li Khomsatun di Dusun Bendorangkang

Terbit 26 April 2020 | Oleh : Fikky Frediandika | Kategori : Artikel
Awal Mula Jamaah Ider Li Khomsatun di Dusun Bendorangkang

Pada masa KH Abdul Mu’in Manan dulu, beliau bersama-sama para warga Dusun Bendorangkang, Desa Tanggalrejo, Kecamatan Mojoagung, Jombang, beramai-ramai keliling dusun sembari membaca sholawat Li Khomsatun yang dilakukan pada tengah malam (pukul 00.00 WIB). Hal ini dilakukan agar masyarakat dusun Bendorangkang khususnya, selalu mendapat keselamatan dan terhindar dari berbagai macam penyakit, bisa dinamakan (pagebluk) sore sakit, malam hari meninggal secara beruntun.

Kegiatan jamaah ider Li Khomsatun ini diikuti oleh berbagai kalangan, baik bapak-bapak, ibu-ibu, pemuda, para santri sampai anak-anak. Kegiatan diawali dengan sholat malam (sholat syukur wudhu dan tahiyyatul masjid, sholat tahajud, sholat hajat, lalu diakhiri sholat witir). Kemudian, jamaah mulai melakukan ider (keliling dusun), dimulai dari titik awal berjalan dari Masjid Darussalam menuju ke timur sampai perbatasan dusun Nglinguk sembari terus mengumandangkan wirid Li Khomsatun tanpa henti. Ketika sudah sampai di perbatasan dusun, para jamaah ider berhenti sejenak untuk mengumandangkan adzan dari 4 orang jamaah dengan arah berbeda (utara, timur, selatan, barat). Adzan dari 4 arah ini dipercaya mampu melenyapkan wabah dan penyakit yang saat itu melanda. Selesai adzan, jamaah kembali lagi ke titik awal (menuju masjid) dengan tetap melantunkan wirid Li Khomsatun. Di setiap pertigaan atau perempatan jalan, para jamaah kembali berhenti sejenak untuk kembali mengumandangkan adzan. adalah digelar di titik awal dan sampai kembali ketitik awal lg (masjid/musolla).

KH. Muhammad Assegaf sekaligus putra dari KH. Abdul Mu’in Manan dawuh, “Kegiatan digelar selama 7 hari berturut turut. Alhamdulillah, berkat pertolongan Gusti Alloh SWT wabah penyakit bisa musnah dan sirna”.

MasyaAlloh..
Orang-orang terdahulu kalau ada wabah penyakit menular pasti segera melakukan kegiatan ini. Sebagai wujud meminta pertolongan dan perlindungan kepada Allah SWT,”

Dan untuk sekarang ini, masa wabah pandemi virus Corona (Covid-19), warga dusun Bendorangkan juga sudah melakukan ider Li Khomsatun yang dilakukan 7 hari berturut-turut setiap tengah malam pukul 00.00 WIB sebelum datangnya bulan Ramadhan, bulan lalu. Kegiatan ider Li Khomsatun dipimpin langsung oleh Gus Muhammad Nur Sholeh.

Semoga wabah ini segera diangkat oleh Alloh di muka bumi tanpa kecuali, khususnya di bumi Indonesia. Dan semoga kita selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin..

Sumber: Gus Muhammad Nur Sholeh

Bagikan :
Sebelumnya4 Sebab Rusaknya Hati SesudahnyaMenyegerakan Buka Puasa Sesuai Anjuran Rasulullah

Berita Lainnya

1 Komentar

eko suryanto, Sabtu, 16 Jan 2021

assalamu’alaikum wr wb…tumot downlod ijazah ipon yai…mugi dados amalan sholihan maqbula…Aamiin

Balas